Les Bahasa “Ngapak” Banyumasan Part 1

Memang logat /dialek Banyumasan atau orang lain biasa menyebutnya dengan Bahasa “Ngapak” ada ciri khas yang lain dari pelafal bahasa jawa lainya di luar wilayah tersebut. Diantara logat Jawa lainya dialek Banyumasan yang paling berbeda.



Gurune.net – Kadang orang dari daerah lain jika mendengar orang Purbalingga,Banyumas,Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Kebumen Tegal sedang berbicara terdengar unik,lucu danmenggebu gebu penuh  semangat. 

Memang logat /dialek Banyumasan atau orang lain biasa menyebutnya dengan Bahasa “Ngapak” ada ciri khas yang lain dari pelafal bahasa jawa lainya di luar wilayah tersebut. Diantara logat Jawa lainya dialek Banyumasan yang paling berbeda. 

Tetapi uniknya orang – orang “Ngapak” akan lebih mudah beradaptasi dengan bahasa lain diluar dialek banyumasan dengan fasih dan dengan pelafalan yang mirip dengan bahasa yang diikutinya. 

Berbeda dengan orang diluar Bralingmascakeb jika mengikuti dialek Banyumasan akan terlihat logat asli bahasa daerah mereka. Menarik tentunya kalau kita kupas dialek Banyumasan menjadi sebuah artikel dan pembelajaran untuk dapat memahami dan mengerti tentang dialek Banyumasan atau bahasa “ Ngapak” sebutan orang secara umum. Diawali dari artikel ini gurune akan mencoba mengajarkan tentang dialek banyumasan beserta transliterasinya kedalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami oleh orang lain yang ingin mempelajarinya. 

Bahasa “Ngapak” Banyumasan

Oya, untuk panduan teman-teman bisa cari kamus bahasa banymasan karya Ahmad Tohari yang merupakan kamus lengkap Bahasa Banyumasan. Gurune yang merupakan putra asli purbalingga yang keseharianya menggunakan dialek banyumasan dalam berkomunikasi dan kadang Gurune gunakan untuk mengajar dikelas dikala menggunakan bahasa Indonesia akan sulit dicerna oleh siswa – siswa yang gurune ajar dikelas akan memberikan materi secara lengkap tentang Bahasa Banyumasan. 

Perbedaan Dialek banyumasan dengan Bahasa Jawa Secara umum itu ada pada pelafalan “O “ dan “A” , dalam dialek Banyumasan penekanan “A” itu lebih banyak dan dilafalkan seolah mantap dan tegas ( Kedepan akan gurune sampaikan di chanel you tube khusus ). Sejarahnya sejauh gurune pahami dan pelajari asal-usul dialek banyumasan berasal dari bahasa sansekerta dan tentu merupakan cikal bakal bahasa Jawa yang berkembang sekarang ini. Ok teman – teman sambil ngopi santai kita kupas tuntas ya satu persatu. 

Oya untuk teman –teman yang berdialek sama perlu kami perjelas mengapa artikel kami tampilkan dalam bahsa Indonesia agar banyak orang menjadi tahu dan paham tentang uniknya dialek Banyumasan.

Kata _ kata Umum Dialek Banyumasan

Kata yang sering terdengar jika orang “Ngapak” 
berbicara yaitu “Enyong” dan “ Rika” ini sangat khas sekali dan perlu dimengerti kata “ Rika ‘ itu bukan nama perempuan ya sob.. hehehe… tapi artinya “KAMU” sedangkan kata “ Enyong “ artinya “ SAYA “
Ada lagi kata yang sangat khas dalam dialek banyumasan yaitu kata “ Kencot “ terdengar unik dan aneh hehehe…kata “ Kencot “ berarti “ LAPAR” selain kata “ Kencot “ ada lagi kata “ Wareg ‘ yang artinya ‘KENYANG” ada kencot ada wareg, sebagi penghubung kedua kata tersebut ada kata “ MADHANG” yang berarti “MAKAN”.

Jika kita gabung dalam satu buah kalimat bisa seperti ini sob…

“ Enyong Kencot Banget, Sewise Weruh Rika Madhang “

Nah disini kita akan bahas 8 Kata dari kalimat diatas. Kalimat diatas artinya yaitu….

“ Saya Sangat Lapar, Setelah Melihat Kamu Makan “
Banget disini adalah kata penegasan yang berarti sangat bisa juga paling, sedangkan sewise artinya Setelah, bukan nama Negara dieropa ya sob hehehe…

Belajar Menyusun Kalimat dari Dialek Banyumasan

Bagaimana si caranya menyusun Kalimat untuk  dialek banyumasan?
Cara menyun kalimat dialek banyumasan itu mudah, yang pertama harus kita ketahui itu kata penghubungnya dulu seperti :

Dan ---- “ Kambi/Karo “
Ke ----- “ Meng / Maring “
Di ---- “ n-eng” jika posis di tengah atau akhir
Yang ---- “ sing “

Itu yang harus dipahami dulu, sebab kata – kata tersebut akan sering muncul nantinya dalam mempelajari dialek banyumasan. Contoh penggunaan kata – kata diatas…

Saya dan Teman Saya --- “ enyong karo batire nyong.

  perlu diketahui kata enyong bisa ditulis “nyong biasanya dalam pengucapan lebih seringnya.

“Pergi ke jalan Raya “ artinya “ Dolan maring dalan gede “kata maring menjadi kata hubung dikalimat tersebut sehingga menjadi ber – arti / makna.

“ Di tunggu – tunggu lama, ternyata masih dirumah “
Kalimat di atas kalau mau di artikan yaitu “ Di enten – enteni Sue, jebul esih/egin/tegin neng umah”.

“ Yang tua, yang berpengalaman “
Jika kita lihat kata diatas ada dua kata sambung “ yang “ dan jika kita artikan kedalam dialek banyumasan yaitu . 

“ Sing tua, sing pada ndueni pengalaman “.
Itu contoh dalam membuat kalimat di sekolahan.

Membuat Kalimat Tanya menggunakan dialek Banyumasan “ Bahasa Ngapak “

Seperti bahasa – bahsa lainya di dunia ini, Bahasa ibu ( Ngapak ) , juga mempunyai kata Tanya dan bisa di susun kedalam kalimat Tanya tentunya.

Apa saja si kata Tanya dialek Banyumasan ??

Apa….? – sama ya sob dengan bahasa Indonesia “ Apa….?”
Siapa….? Kalau siapa dalam Bahasa Banyumasan yaitu “ Sapa…?” lebih ringkes ya hehehe
Kapan….? Kalau kapan sama juga dengan bahasa Indonesia sob “ Kapan…?”
Mengapa….? Lha kalau ini sedikit beda sob dalam lafal banyumasanya “ Kenangapa……?”
Dimana….? Dalam dialek Banyumasanya “ Neng Ngendi…..?”
Bagaimana….? Kalau ini dalam dialek banyumasanya “ Kepriwe……?”

Nah, kalau kata tanyanya sudah bisa dipahami maka berlatih membuat kalimat dengan dialek banyumasan akan sedikit terbantu. Yang perlu diperhatikan berikutnya tinggal merangkai antara “ KATA TANYA , DAN KALIMAT YANG DI IKUTINYA “ untuk merangkai kalimat berikutnya bisa sambil melihat kamus ya sob bagi yang ingin belajar!
Ok sob, gurune akan berikan contoh kalimat Tanya dalam dialek Banyumasan

Contoh :

“Kenangapa Gajah Ora Ngendog ?”
Disini ada empat kata
Kenangapa – Kata Tanya
Gajah – Subjeknya
Ora Ngendog – Permasalahanya
Dan diakhiri tanda Tanya.
Oya lupa artinya kalimat Tanya diatas yaitu
“ Mengapa Gajah Tidak Bertelur ? “
itu artinya sob dan tidak usah dijawab ya hehehe nanti jawabanya banyak yang ngawur hehe…

contoh lainya :

“Neng ngendi jane umaeh rika?” masih ingat tadi kan neng ngendi artinya “Dimana?” kalau “ Rika “ kamu dan umaeh artinya “ rumah “
Oya disini ada kata “ Jane “ ini sebetulnya hanya kalimat penegasan…menegaskan dari sebuah pertanyaan bisa, pernyataan ya bisa dalam contoh lain untuk penggunaan “ Jane “ sering digunakan dalam penegasan pernyataan semisal “ enyong jane ora mudeng “

Arti jane disini juga penegasan tanpa ada makna lainya atau makna yang jelas.

Contoh kalimat Tanya  lainya ya sob..
“ Kapan Rika Agep Mangkat meng Jakarta Maning ?”  bisa juga
“ Kapan Rika Mangkat Jakarta Maning ?” ini pun bisa.
Meng artinya ke
Mangkat artinya Berangkat sob
Agep / Arep – “ Mau “ contoh Mau mandi –banyumasanya “ Agep Adus “
Maning artinya Lagi contoh lain – “ Ngising Maning “ artinya “ Beol Lagi “
Kalimat Tanya diatas kalau kita artikan

“ Kapan Rika Agep Mangkat meng Jakarta Maning ?”
“ Kapan Kamu Mau Berangkat ke Jakarta Lagi ?”

Itu sob contoh kalimat Tanya dialek banyumasan. Pelan – pelan saja ya sob, coba sambil melihat kamus sobat guru artikan kalimat Tanya dibawah ini sebagai Latihan :

  • “ Sapa wong Amerika sing paling disit tekan wulan?”
  • “ Apa sing marekna rika ngantuk ?”
  • “ Kawit Kapan Nyonya Menir ngadeg ?”
  • “ Neng ngendi rika babaran?”
  • “ Kepriwe ayam goli ngendog ?”
  • “ Kenangapa Rika ngguyu kemekelen ?”


Dah itu saja dulu sob sebagai latihan jika benar-benar serius jawaban bisa kalian taruh dikolom komentar. Untuk terus mengikuti les basa Banyumasan bisa ikuti blog kami.

Belum ada Komentar untuk "Les Bahasa “Ngapak” Banyumasan Part 1"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel